Sabtu, 10 Desember 2011

SOAL UAS MATEMATIKA KLS VII

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
KELAS                       : VII (TUJUH)

SOAL.
  1. Bila p = -3, q = 2, dan r = -5, maka nilai p - q + r adalah ...
  2. Hasil dari -2 : 3 + 8 x (-5) adalah ....
  3. Sistem penilaian suatu test sbb: Jika jawaban BENAR diberi nilai 3, jika SALAH diberi nilai -1, dan bila tidak menjawab nilai 0. Dari 30 Soal, Andi dapat menjawab dengan benar sebanyak 24 dan tidak dijawab 2 soal. Nilai yang diperoleh Andi adalah ....
  4. Suhu es pada saat dikeluarkan dari Kulkas -5 derajat celcius. Dalam setiap 5 menit suhunya naik 2 derajat celcius. Setelah berapa lamakah es tersebut menjadi air(mencair)?

SOAL UTS ABK

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PANCA SAKTI 
SK Mendiknas RI No. 118/D/O/2009 
Program Studi Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini (S.Pd), Pendidikan Bahasa Inggris (S.Pd), Pendidikan Ekonomi (S.Pd) 
UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 
TAHUN PERKULIAHAN 2011/2012 

MATA KULIAH   : PENANGANAN ANAK BERKELAINAN
Kode Mata Kuliah : AUD424 ( 3 SKS )
Petunjuk :
1. Jawab semua soal dengan benar sesua petunjuk.
2. Angka yang ada di sebelah kanan soal adalah skor maksimum soal tersebut.
3. Dahulukan menjawab soal yang Anda anggap bisa.
SOAL:
1. Menurut undang-undang NO 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (UUSPN) bab VI Pasal 32 ayat (1) Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Bagaimana pandangan Anda terhadap pernyataan di atas kaitannya dengan pendidikan ABK pada Usia Dini?
2. Anak berkelainan memerlukan bantuan pihak lain dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sebutkan tiga hal bantuan yang diperlukan ABK tersebut!
3. Ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan dalam memberikan pendidikan atau bimbingan kepada ABK, yaitu: self help, self supporting, self concept, self care, dan self orientation. Jelaskan aspek-aspek tersebut dengan singkat dan jelas!
4. Prinsip-prinsip pendekatan khusus yang dijadikan dasar dalam upaya mendidik ABK antara lain: prinsip kasih sayang, prinsip layanan individu, prinsip belajar dan bekerja dalam kelompok, dan lain-lain. Jelaskan maksud 3 prinsip tersbut di atas!
5. ABK dengan hambatan penglihatan Tunanetra menggunakan fungsi indra lainnya dalam mengembangkan pengertian tentang dunia sekitar. Fungsi indra lain tersebut adalah pendengaran, peraba, pencium, pengecap, dan perasa. Sebutkan dan beri penjelasan 2 (dua) fungsi indra yang dominan digunakan oleh ABK Tunanetra!
6. Pendidik harus mengetahui kemampuan peserta didiknya, salah satunya kemampuan menggunakan indra penglihatan, untuk mengorganisasikan peserta didik di kelasnya. Sebutkan langkah-langkah untuk mengidentifikasi peserta didik yang menderita low vision.
7. Sebutkan tugas seorang pendidik dalam proses penyesuaian sosial anak tunanetra!
8. Sebelum dekade 90-an, IQ dijadikan acuan dasar keberhasilan seseorang dalam proses pendidikannya. Sebenarnya masih ada faktor kecerdasan lain yang dapat menentukan seseorang berhasil dalam proses pendidikannya yaitu kecerdasan emosional. Berikan penjelasan yang dimaksud dengan kecerdasan emosional dan kelebihan perserta didik yang dapat memanfaatkan kecerdasan emosionalnya!
9. Ada beberapa pengertian mengenai kesulitan belajar, antara lain: (1) Learning disorder, (2) learning disfunction, (3) underacheaver, (4) slow leaner, dan (5) learning disabilities. Pilih 3 (tiga) pengertian yang Anda fahami, kemudian beri penjelasan dan contohnya!
10. Untuk membantu dan melayani peserta didik yang mengalami gangguan komunikasi, pendidik harus memiliki berbagai kemampuan dan metoda pelayanan. Tugas Anda: a. Sebutkan kemampuan yang harus dimilki oleh pendidik untuk hal tersebut. b. Sebutkan dan beri penjelasan 2 (dua) metoda dan teknik pelayanan terhadap peserta didik yang mengalami gangguan komunikasi yang Anda ketahui.  



SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PANCA SAKTI
SK Mendiknas RI No. 118/D/O/2009
Program Studi Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini (S.Pd), Pendidikan Bahasa Inggris (S.Pd), Pendidikan Ekonomi (S.Pd) 
KUNCI JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 
TAHUN PERKULIAHAN 2011/2012 MATA KULIAH : PENANGANAN ANAK BERKELAINAN Kode Mata Kuliah : AUD424 ( 3 SKS ) 
Kunci Jawaban Skor 1. Sangat relevan, karena Pendidikan Usia Dini sangat dibutuhkan untuk memberi podasi yang kuat kepada semua peserta didik sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. ABK yang dibimbing di PAUD diharapkan dapat dengan mudah melakukan penyesuaian sosial dengan lingkungan sekolah pada jenjang pendidikan lanjutannya (SD, SMP, SMA dst) karena dibekali kemampuan sejak dini untuk menolong diri sendiri, memotivasi diri, memelihara diri, sehingga mampu mengarahkan dirinya ke hal-hal positif lainnya. 2. Bantuan yang diperlukan ABK dari orang lain untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan adalah: 1). Untuk menyadari dan menerima ketunaan yang disandangnya, serta menyikapi ketunaannya sebagai sesuatu yang kurang menguntungkan sehingga perlu sublimasi (penyesuaian dg lingkungan). 2). Memberi kesempatan kepada ABK berperan aktif dalam kegiatan sosial masyarakat. 3). Menanamkan dan memupuk rasa percaya diri yang mantap, serta menghindarkan diri dari perasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. 3. 1). Self help adalah kemampuan menolong diri sendiri baik yang muncul dari diri sendiri maupun dikondisikan oleh orang lain. 2). Self supporting adalah kemampuan memotivasi diri sendiri dalam menjalankan aktvitas sehari-hari. 3). Self concept adalah kemampuan memahami konsep diri untik menghindarkan diri terhadap reaksi pertahanan diri yang tidak sehat. 4). Self care adalah kemampuan memelihara diri supaya mereka (ABK) tampak kelihatan wajar, dan tidak memperlihatkan kelemahan agar diperhatikan orang lain. 5). Self orientation adalah kemampuan mengarahkan diri yaitu kemampuan memilih hal yang mungkin dilakukan dan yang tidak perlu dilakukan. 4. 1). Prinsip kasih sayang adalah menerima mereka apa adanya, dan menupayakan agar mereka dapat menjalani hidup dan kehidupan secara wajar. 2). Prinsip layanan individu adalah berkaitan dengan jumlah peserta didik yang dilayani guru 4 – 6 orang per kelas, kurikulum yang fleksibel, penataan kelas yang memudahkan pelayanan, dan merancang dan memodifikasi alat bantu. 3). Prinsip belajar dan bekerja kelompok adalah agar ABK sebagai anggota masyarakat dapat bergaul dengan masyarakat lingkungannya tanpa harus rendah diri atau minder dengan orang normal. 5. Indra yang dominan digunakan oleh ABK Tunanetra adalah pendengaran dan peraba. Pendengaran memiliki kelebihan sebagai transmisi dalam berinteraksi dengan lingkungan, membantu memberikan petunjuk tentang jarak atau arah suatu objek dengan mengenal suaranya. Dengan mendengar suaranya dapat mengenali karakterristik atau jenis bendanya berdasarkan informasi sebelumnya. Peraba dapat membantu memperoleh pengalaman kinestetik. Dengan peraba dapat memberikan gambaran secara konkret mengenai ukuran, posisi, temperatur, berat dan bentuk, juga berguna dalam kegiatan membaca tulisan huruf Braille. 6. Langkah-langkah yang dapat dilakukan pendidik di tingkat PAUD untuk mengidentifikasi peserta didik yang mengalami gangguan penglihatan low vision antara lain. 1). Kenalkan gambar benda dan warna kepada peserta didik sebelum melakukan identifikasi sehingga diperoleh kepastian bahwa peserta didik sudah mengenalnya. 2). Gunakan gambar yang menarik dengan berbagai ukuran. 3). Gunakan gambar dengan berbagai macam warna yang menarik terutama warna-warna dasar. 4). Tampilkan point (2) dan (3) dari berbagai posisi dengan jarak yang bervariasi. 5). Catat setiap kondisi yang dihasilkan dari langkah (4) 7. Tugas pendidik dalam proses penyesuaian sosial anak tunanetra yaitu membina dan mengarahkan pengetahuan anak tunanetra tentang kenyataan yang ada di sekitarnya, menumbuhkan kepercayaan diri, menanamkan perasaan pengakuan diri oleh lingkungan ( terutama keluarga dan masyarakat). 8. Kecerdasan emosional adalah kemampuan peserta didik dalam memotivasi dirinya untuk belajar, memiliki kekuatan dalam menghadapi kegagalan, kemampuan mengendalikan emosi, dan selalu meningkatkan nilai kepuasan atas keberhasilan yang diraih, serta kemampuan mengatur jiwanya. 9. 1). Leaning disorder adalah kesulitan belajar karean adanya ganguan respons yang bertentangan. 2). Learning disfunction adalah proses belajar siswa yang tidak berfungsi dengan baik. 3). Underachiever adalah prestasi siswa yang rendah padahal siswa tersebut memiliki tingkat IQ di atas rata-rata. 4). Slow leaner adalah peserta didik yang lambat dalam proses belajar sehingga memerlukan waktu yang lama. 5). Learning disabilities adalah peserta didik yang tidak mampu belajar atau menghinadari belajar. 10. A. Kemampuan penguasaan bahan, mengelola sarana, dan mengembangkan kerjasama. B. 1). Metoda Stimulasi (Visual, Auditoris) 2). Metoda phonetic – placement 3). Metoda Moto kinestetic 4). Metoda Psiko-edukative 5). Metoda Compesatory Patern Jumlah skor Penghitungan Nilai: Nilai Ket: Skor diperoleh, SM= skor maksimum Garut, November 2011 Dosen Pengampu UJANG WANASA, S.Pd., M.Pd

Apa itu Belajar

Apa itu Belajar http://muhfida.com/apa-itu-belajar/ Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.[1] Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. • Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranahkognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahanpengetahuan saja. • Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya. • Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku. • Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah. • Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima – hadiah atau hukuman – sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut. • perasaan bangga dalam diri karna dapat mengerti dan paham akan apa yang di pelajar Referensi 1. ^ Slavin, 2000:143) Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar“   Cara-Cara menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Hal-Hal yang Dilakukan Oleh Guru Sebagai komponen yang secara langsung berhubungan dengan permasalah rendahnya motivasi belajar siswa, maka guru harus mengetahui beberapa hal yang bisa dilakukannya untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, diantaranya adalah : • Memilih cara dan metode mengajar yang tepat termasuk memperhatikan penampilannya • Menginformasilkan dengan jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai • Menghubungkan kegiatan belajar dengan minat siswa • Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran misalnya melalui kerja kelompok • Melakukan evaluasi dan menginformasikan hasilnya, sehingga siswa mendapat informasi yang tepat tentang keberhasilan dan kegagalan dirinya • Melakukan improvisasi-improvisasi yang bertujuan untuk menciptakan rasa senang anak terhadap belajar. Misalnya kegiatan belajar diseling dengan bernyanyi bersama atau sekedar bertepuk tangan yang meriah • Menanamkan nilai atau pandangan hidup yang positif tentang belajar misalnya dalam agama islam belajar dipandang sebagi sebuah kegiatan jihad yang akan mendapatkan nilai amal disisi Allah. • Menceritakan keberhasilan para tokoh-tokoh dunia yang dimulai dengan mimpi-mimpi mereka dan ceritakan juga cara-cara mereka meraih mimpi-mimpi itu. Ajak siswa untuk bermimpi meraih sukses dalam bidang apa saja seperti mimpinya para tokoh dunia tersebut. • Memberikan respon positif kepada siswa ketika mereka berhasil melakukan sebuah tahapan kegiatan belajar. Respon positif ini bisa berupa pujian, hadiah, atau pernyataan-pernyataan positif lainnya. Hal-Hal Yang Dilakukan oleh Orang Tua • Mengontrol perkembangan belajar anak. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk mengontrol kegiatan anak. • Mengungkap harapan-harapan yang realistis terhadap anak • Menanamkan pemahaman agama yang baik khususnya yang terkait dengan motivasi • Melatih anak untuk memecahkan masalahnya sendiri, orang tua melakukan pembimbingan seperlunya • Tanyakanlah keinginan dan cita-cita mereka. Berikan dukungan terhadap keingginan dan cita-cita mereka. Arahkan mereka untuk meraih cita-cita itu dengan benar. • Menggunakan hasil evaluasi yang diberikan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar selanjutnya. Hal-Hal Yang Dikerjakan oleh Ortu dan Guru Secara Bersama Ketika permasalahan rendahnya motivasi sudah menjadi permasalahan yang serius yang tidak bisa diantispasi oleh guru sendiri atau oleh orang tua sendiri, maka kerja sama antara guru dan orang tua harus segera dilakukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan di ataranya : • Mengidentifikasi masalah yang terjadi pada siswa, cari factor penyebab yang mengakibatkan rendahnya motivasi belajar siswa, identifikasi masalahnya. • Mencari solusi-solusi untuk memecahkan masalah yang terjadi pada anak. Cari masalah yang bisa diatasi oleh guru, atau masalah yang bisa diatasi oleh orang tua • Memberikan perlakuan yang tepat terhadap anak, mereka sedang mengalami permasalahan, maka orang tua dan guru harus mempunyai komitemen yang tinggi untuk tidak menambah beban mereka dengan menyalahkan, mencemooh anak-anak. • Libatkan siswa untuk memecahkan permasalahannya. Orang tua, guru dan siswa perlu duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahannya. Ciri- Ciri Guru yang Bisa Memotivasi Siswa Salah satu ciri guru yang bisa memotivasi adalah antusiasme, mereka peduli dan paham dengan apa yang diajarkannya dan mengkomunikasikannya dengan murid bahwa apa yang sedang mereka pelajari itu penting. Ia memberikan teladan yang dapat menjadi inspirasi bagi siswanya. Ciri-ciri guru yang berkualitas dan bisa memotivasi siswa adalah guru yang melakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Menjadi manajer yang baik yang mampu merencanakan, mengelola, mengorganisasikan serta mengevaluasi kelasnya, murid-murid akan merasa aman dan nyaman bersamanya 2. Fasilitator yang memperlakukan semua siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bertanggungjawab 3. Memberikan pengaruh arus balik yang bersifat korektif 4. Memberikan test-test yang adil, penilaian yang bersifat informative 5. Membantu murid-murid untuk menyadari bahwa mereka sedang tumbuh dalam persaingan dan keunggulan.